Indra Kosasih
On Sabtu, 11 Agustus 2012
Wotagei (ヲタげい) atau otagei
(オタ芸, オタげい?) adalah sorakan atau gerakan tari
khas yang dilakukan oleh penggemar ketika menonton konser-konser idola Jepang.
Wotagei adalah bentuk memberikan dukungan dalam acara-acara yang dilangsungkan
oleh idola atau seiyu. Kata wotagei atau otagei merupakan singkatan
dari aidoru [w]otaku no gei (gei berarti seni).
Melakukan wotagei
disebut utsu (打つ). Ada beberapa jenis gerakan
wotagei. Bertepuk tangan menurut irama di atas kepala sambil melompat di tempat
menghadap ke kiri dan kanan, berputar-putar disebut mawari (マワリ). Kedua belah lengan diacungkan ke atas dan siku ditarik ke dalam
berulang-ulang disebut romansu (ロマンス). Bertepuk
tangan tiga kali prok, prok, prok, lalu bersorak hyuu... disebut
PPPH. Ada pula gerakan yang inspirasinya berasal dari tari kecak di Bali. Pada
gerakan yang disebut kecak, sambil postur tubuh direndahkan, kedua belah
lengan diangkat dan ditarik secara berulang-ulang ke depan ke arah idola di
panggung.
Memberikan
dukungan kepada penyanyi idola di panggung dengan cara bersorak bersama sesuai
dengan irama lagu sudah dilakukan pada tahun 1970-an atau 1980-an oleh barisan
penggemar setia para idola yang disebut shin-ei tai (親衛隊, barisan pengawa). Memasuki abad ke-21, beberapa gerakan ditambah
sehingga menjadi bermacam-macam dan dikenal secara luas sebagai wotagei
setelah dibawakan dalam konser-konser Hello! Project serta berbagai unit idola
yang tergabung di dalamnya. Dalam acara varietas Guru Guru Dokan
"Atarashii Nami o Sagashite" di Fuji Television, wotagei
diangkat pertama kali sebagai topik bahasan. nggota tim sepak bola J. League,
Kawasaki Frontale melakukan wotagei versi Kawasaki Frontale di hadapan
penonton. Mereka menyebutnya sebagai ntagei (ンタ芸?) (dari kata frontale + gei) pada acara hari berterima kasih
kepada penggemar tahun 2007. Setelah diliput media massa, keberadaan wotagei
diketahui secara luas oleh masyarakat umum di Jepang. Selain itu ada
pertunjukan live yang diadakan secara khusus untuk mempertunjukkan wotagei.
Meskipun demikian, wotagei juga dikecam sebagai "'Tindakan gangguan' yang
dilakukan atas nama wotagei". Semuanya disebabkan sebagian penonton
yang melakukan wotagei akhirnya menjadi lupa diri. Mereka tidak menghormati hak
penonton lain,[6] dan datang ke konser semata-mata untuk melakukan otagei
menjadi lupa diri. Mereka tidak menghormati hak penonton lain, dan datang ke
konser semata-mata untuk melakukan otagei.
Partisipasi
penonton sangat penting dalam konser grup idola Jepang. Wotagei menambah
semarak konser dan membangun rasa kebersamaan antara penonton dan idola di atas
panggung, serta sesama rekan wota.
Mix (ミックス, mikkusu)
adalah sorakan beramai-ramai penonton pada konser idola, termasuk pada
konser AKB48
dan grup-grup saudara kembarnya. Meskipun sering diragukan sebagai bagian dari
wotagei, mix termasuk salah satu dari banyak unsur wotagei. Mix sudah dikenal
di kalangan wota pada akhir 1990-an, termasuk di konser Z-1 dan kemudian Hello!
Project. Kata-kata mix yang disorakkan seragam dan ada standarnya.
Mix
disorakkan sewaktu overtur, intro (awal lagu), dan sewaktu tempo lagu melambat.
Mix berakhir
sebelum
idola mulai menyanyi. Mix tidak dilakukan untuk lagu bertempo pelan, sedih,
atau balada.
Pada lagu
yang dimulai secara tiba-tiba seperti "Heavy Rotation", mix ditunda
hingga interlude (bagian instrumental).
Ada beberapa
variasi mix yang dikenal kalangan wota. Berikut ini adalah mix standar untuk
wota AKB48 dan grup-grup saudara kembarnya:
"Aaaa...
Yossha Ikuzo! Taiga, Faiya, Saiba, Faiba, Daiba, Baiba, Jya, Jya!" (あ~ よっしゃいくぞー!タイガー、ファイヤー、サイバー、ファイバー、ダイバー、バイバー、ジャージャー, Aaaa... Yossha Ikuzo! Tiger,
Fire, Cyber, Fiber, Diver, Viber, Jya Jya!)
Aaaa...
Yossha Ikuzo! ("Ayo mulai!") adalah komando untuk memulai sorakan,
diikuti pelafalan bahasa Jepang untuk kata-kata bahasa Inggris, Tiger, Fire,
Cyber, Fiber, Diver, dan Viber. Alasan kata-kata
tersebut dipilih juga tidak diketahui pasti.
Ada pula
variasi mix yang menggunakan kata-kata asli bahasa Jepang (Japanese Mix) dan
mix dari bahasa Ainu (Ainu Mix), atau campuran dari standar, Jepang, dan Ainu.
Kata-kata bahasa Jepang atau bahasa Ainu yang dipakai merupakan terjemahan dari
Tiger, Fire, dan seterusnya.Ada berbagai penjelasan tentang asal
usul mix, namun semuanya simpang siur bagaikan legenda urban. Mix seperti
halnya wotagei diperkirakan berawal dari reaksi spontan atau partisipasi
penonton di konser idola Jepang.
Dan ini
video / info-info lagi tentang wotagei dan yg mw belajar silahkan check d
sni.. ^^ :